5th Lay Buddhist Forum di Seoul, Korea

5th Lay Buddhist Forum berlangsung dari tanggal 26 Oktober – 30 Oktober 2011 di Seoul Korea. Kegiatan ini telah berlangsung selama 5 kali berturut-turut di Korea dan diselenggarakan oleh The Chongji Buddhist Organization and the Ministry of Culture and Tourism of Korea.  Forum ini memberikan kesempatan kepada para praktisi Buddhis dan akademisi untuk bertemu, berbagai strategi untuk mendukung praktik Buddhis untuk umat awam dan menemukan cara-cara agar agama Buddha bisa melayani masyarakat dengan lebih baik. Tema Lay Buddhist Forum (LBF) kali ini adalah  Monasticism and Lay Buddhism. Tema ini  dipilih berdasarkan pemikiran bahwa agama Buddha telah dipraktikkan juga dengan baik oleh umat awam semenjak Buddha Dharma diajarkan oleh Buddha.
LBF 2011 diikuti oleh 35 orang peserta yang datang dari Korea, Jerman, Malaysia, USA, Thailand, Spanyol, Polandia, Taiwan, Jepang, Inggris, SriLanka, Bhutan, dan juga Indonesia. Hanya ada satu biksu yang menjadi peserta dan sisanya adalah umat awam yang berasal dari beragam latar belakang tradisi, karya Dharma dan profesi. Panitia yang bekerja sekitar kurang lebih 5 – 10 orang untuk mensukseskan kegiatan ini. Mereka bekerja dengan kompak, harmonis dan terarah sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik.
Kegiatan – kegiatan berskala internasional seperti Lay Buddhist Forum adalah sebuah kesempatan untuk saling mengenal, menularkan semangat, serta saling belajar satu sama lain dari karya-karya yang telah dihasilkan oleh para sahabat akademisi, praktisi dan aktivis di luar negeri. Keikutsertaan dalam kegiatan ini membantu peserta untuk mengenal lebih jauh tentang perkembangan agama Buddha di masing-masing negara, gagasan dan ide-ide yang telah berhasil dilakukan oleh peserta dari negara lain, karya-karya untuk Buddha dharma yang telah nyata dihasilkan. Selain itu, perjumpaan dan dialog yang terjadi antara sesama peserta di sela – sela waktu luang dari jadwal yang padat dan melelahkan menjembatani pengertian antara Buddhisme Barat dan Timur. Sudah lama Sudah lama terbukti dan sekali lagi semakin terbukti bahwa agama Buddha semakin berkembang di Barat. Semakin banyak orang Barat yang mempelajari Buddha dharma dan bahkan menjadi akademisi di bidang-bidang khusus di Buddhisme seperti menguasai Lotus Sutra, meditasi Buddhis dan lain sebagainya. Forum LBF menjadi istimewa karena jumlah peserta yang relatif sedikit sehingga memungkinkan terjadinya dialog, diskusi dan pertukaran ide dan pendapat dengan suasana rileks dan santai antara peserta dari Timur dan Barat. Selain dialog tersebut, forum ini juga semakin menegaskan bahwa berbagai karya Buddha dharma yang di negara lain sudah banyak yang terfokus kepada bagaimana agama Buddha dengan institusinya terjun ke tengah masyarakat untuk mengatasi duka dunia saa saat ini. Selain belajar tentang keterlibatan aktif agama Buddha di tengah-tengah masyarakat, gagasan tentang pentingnya menghadirkan agama Buddha Indonesia di Indonesia menjadi semakin jelas. Di dunia Buddhis internasional dikenal agama Buddha Tibet, agama Buddha Korea, agama Buddha China, dan lain lain; tetapi yang belum ada adalah Agama Buddha Indonesia.  Dengan berakar kepada budaya lokal, dalam hal ini yang paling nyata adalah bahasa, agama Buddha Tibet, Korea, China dan lain – lain tumbuh dan berkembang dengan pesat. Di forum ini, Pusdiklat Agama Buddha Indonesia diperkenalkan kepada para peserta di sesi perkenalan organisasi. Ada banyak sambutan positif dari para peserta dan dukungan dalam hal pentingnya untuk membangun sistem pendidikan dan pelatihan yang baik untuk menunjang perkembangan dan kemajuan agama Buddha di Indonesia. Di forum ini, materi yang dibawakan adalah 4 Nilai Inti Kepemimpinan bagi para aktivis Buddhis  (4 Basic Core Leadership Values for Dharma Workers). 
Dengan waktu untuk presentasi selama 45 menit berikut tanya jawab, para peserta seminar diajak untuk menyadari kompetensi para aktivis Buddhis, khususnya di Indonesia yang harus diakui masih rendah, baik dari segi kompetensi teknis maupun sikap. Salah satu penyebab dari keadaan tersebut adalah ketiadaan sebuah perekat berupa nilai-nilai inti (Core Values) dalam hal berperilaku ketika melayani di wihara, ataupun di kegiatan – kegiatan Buddhis. Nilai-nilai inti inilah yang membuat siapapun yang berkarya dan melayani untuk Buddha Dharma melakukannya dengan cara-cara dan prinsip yang selaras dengan Buddha Dharma.
4 nilai inti tersebut adalah ketulusan, cerdas, gotong royong dan tanggungjawab. Dengan 4 nilai inti tersebut, siapapun yang bekerja dan berkarya untuk Budha Dharma senantiasa melaksanakan tugas mereka dengan lebih baik dan berdampak positif bagi umat dan kemajuan serta perkembangan agama Buddha.
5th Lay Buddhist Forum telah berakhir dengan menghasilkan semangat yang semakin menyala dan tekad yang semakin kuat untuk terus mengabdi dan berkarya untuk Buddha Dharma.  LBF akan terus diselenggarakan dan di tahun 2012 forum ini akan dilaksanakan di Mallaca, Spanyol. Hubungan baik, jaringan serta kerjasama yang lebih nyata diharapkan bisa menjadi salah satu fokus di forum ini di penyelenggaraan di tahun – tahun berikutnya.
Konferensi Buddhis secara Nasional belum pernah diadakan di Indonesia sedangkan Seminar Nasional Agama Buddha pernah diadakan 2 kali di Jakarta. 7th Global Conference on Buddhism akan berlangsung tanggal 10 dan 11 Desember 2011 di Jakarta. Dua kegiatan tersebut sangat positif untuk mengundang kehadiran masyarakat Buddhis secara umum untuk belajar agama Buddha dari para pembicara yang diundang. Meskipun demikian, konferensi dalam pengertian mengundang siapa saja untuk berkontribusi menjadi nara sumber baik secara panel atau workshop untuk menghasilkan sebuah kesepakatan dan kerjasama yang lebih konkret belum pernah ada di Indonesia.  Sebagai sebuah negara besar dengan jumlah umat Buddha yang banyak, ditambah lagi dengan kehadiran begitu banyak organisasi Buddhis yang satu sama lain jarang terlibat kerjasama aktif, sebuah konferensi bisa menjadi sebuah langkah awal untuk bekerja bersama-sama demi Buddha Dharma. Terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan sehingga keikutsertaan ke 5th Lay Buddhist Forum bisa terlaksana.